
Rakyat menunggu ! , apakah sebenarnya yang ditunggu...?
Politik adalah mekanisme "debate" untuk digunakan agar tercipta alat-alat birokrasi yang dapat bekerja menciptakan kesejahteraan hidup bagi masyarakatnya . Legitimasi keberadaan berbagai tatanan sistim birokrasi seperti diataslah yang kemudian bisa kita pahami sebagai simbol kekuasaan sebuah pemerintahan.
Jadi pada intinya , kekuasaan itu sendiri memang diperlukan namun dengan pola struktur yang dibangun diatas landasan pola berpikir seperti diatas tadi. Sekali lagi disinilah letak berbagai “kekurangan” masyarakat kita selama ini . Kita semua masih “terpesona” untuk tergesa-gesa dan selalu berharap pada “hasil” yang ingin segera bisa dicapai (lalu akhirnya sering terjebak dalam siklus euphoria) , kita masih senang berbondong-bondong mengusung slogan meng-atas namakan kelompok maupun membuat partai-partai baru (atas nama perubahan) , tanpa mau melengkapi berbagai pra-syarat yang dibutuhkan bagi terciptanya sebuah mesin birokrasi / kekuasaan yang ideal . (hakekat yang dibutuhkan bagi perubahan itu sendiri) Rebut dulu kekuasaan..!, lalu kemudian....seperti biasanya .. berhenti dan hanya cukup sampai disitulah selama ini kita memahami arti demokrasi bagi sistim pemerintahan yang dianggap belum / tidak memuaskan.
Rakyat menunggu ! , apakah sebenarnya yang ditunggu...?
Setelah melewati beberapa periode pergantian pemerintahan di Indonesia , sepertinya rakyat sudah "belajar" lebih baik dari sebelumnya , benarkah dugaan tersebut..? . Mari kita pastikan nanti ditahun 2009 . Harus diharapkan ,...walau juga harus diakui bahwa masih teramat banyak kebutuhan "ideal" untuk bisa merubah kondisi "keterpurukan" berbalik menjadi kondisi "kebangkitan" yang diharapkan , karena masih banyak hal yang harus dilengkapi oleh berbagai tatanan sosial di lingkungan masyarakat itu sendiri .
Menjelang masa-masa pemilihan umum yang tinggal beberapa saat lagi ini , maka secara ringkas bisa kita sederhanakan definisi atau kriteria yang diperlukan bagi pemimpin yang akan menjadi nakhoda "kapal induk" Indonesia 5 tahun mendatang. Yaitu , seorang pemimpin dengan jiwa raga yang "siap" untuk dinobatkan , "bagaikan" ingin menobatkan seorang calon yang kelak bisa disebut sebagai "seorang pahlawan".
Kalimat tersebut bermakna bahwa , yang bersangkutan harus berani dan mampu memberikan tugas dan mandat secara "penuh" kepada jajaran menterinya , serta memikul dan bertanggung jawab penuh atas segala akibat yang ditimbulkan oleh pembantu-pembantu bagi fungsi tugasnya sendiri sebagai seorang pemimpin. Dia akan bertindak tegas berani bersikap menghadapi berbagai tekanan-tekanan lawan politiknya walaupun harus memenjarakan keluarganya sendiri yang telah mencederai hukum atau bagi mereka yang bisa dikatagorikan melukai rasa keadilan masyarakat bangsa-nya sendiri.
Dia harus berdiri tegak diatas mimbar rakyat , untuk memberi perintah dan menunjukkan perilaku yang patut dicontoh , sekaligus menyediakan dirinya untuk dijadikan "sasaran tembak" bila dia memang terbukti bersalah atau menjilat ludahnya sendiri. Sekali lagi dia harus berjiwa kesatria bukan berperilaku seperti ponggawa .
Adakah...diantara kita orang seperti itu ? Mari kita berkesadaran mengajak masyarakat yang belum terpenuhi pemahamannya , bagaimana seharusnya memilih calon pemimpinnya dijaman ini. Mari kita beritahu masyarakat untuk berhenti ikut-ikutan menjadi gerombolan massa yang sekedar hanya menggunakan simbol-simbol apalagi hanya berkadar baju seragam.
Rakyat menunggu ! , apakah sebenarnya yang ditunggu...?
Pemimpin yang "berani mati" demi rakyatnya , se-sederhana itukah..? Ya...sederhana ! nggak perlu neko-neko mbulet berputar-putar kesana kemari.
Ini catatan harian seniman bukan barisan kalimat "elok" yang lazimnya diajarkan dibangku sekolahan dan berbagai pendidikan agar bisa mendapat nilai/ponten untuk meraih predikat (pujian) .
salam.
 | Rakyat menunggu ! , apakah sebenarnya yang ditunggu…?
tidak ada yang harus ditunggu, orang2 yang berkutat ditingkat atas hanya mengumbar janji. namun harapan memang harus diusung. untuk bangkit |
 | Parpol2 baru kalau ditanya siapa pemimpin yg mrk akan usung nanti , jwbnya kita akan lihat nanti , gw yakin mrk akan ngikutin arus juga. Dukung siapa yg kuat (yg pasti yg lama lagi) dgn harapan mrk akan kebagian posisi atau minimal project lah . Kalau sdh bgini ga akan ada perubahan juga.... |
 | rakyat menunggu janji pemimpin yang sejati mas..... sejati dalam arti mau menjadi abdi dan bukan tuan |
 | Apakah orang seperti itu akan berani menentang sistem yang sudah berjalan seperti yang kita lihat sekarang ini? Bawahan lebih galak dari atasan, atasannya cuma mesam-mesam sambil mengatur arah tarian tangannya di atas podium. Mungkin tiap saat hanya berlatih "besok gerakan tanganku kemana ya?"
Sementara yang mendampinginya cuma cecoaran kesana-kemari gak ada juntrungannya.
Adakah seorang pemimpin yang berani menegur wakilnya sendiri?? Bahkan mengur dirinya sendiri?
Semoga mas, aku juga berharap 2009 ada perubahan yang lebih baik |
 | satu lagi untuk parpol sekarang...... yah dah berkali kali kita mengalami pemilu, tapi parpol tetep aja untuk golongannya beda dengan saat kampanye. saya yakin mas, saat ini rakyat udah jenuh dan pinter. kalopun saat kampanye banyak rakyat yg datang, itu hanya mau liat panggung dan artisnya aja. |
 | aneh juga... reformasi dah lewat... negeri ini masih aja dirundung kasus, blom lagi masih banyak pejabat yang ga sadar diri ma tugas kewajibannya sebagai pelayan rakyat... udah gitu sang jenderal diem aja... ga bisa ngapa2in... tambah bangkrut & kusut aja deee... kalo begini terus, tidak hanya menunggu om... tapi rakyat juga harus/kudu berani 'menggugat' negara dan penyelenggara negara... sebab hak2 mereka tidak/belum terpenuhi... revolusi kali yakkk???
BUNUH KORUPTOR!!! TROMBOSHIT |
 | rakyat menunggu.... jika yang ditunggu tak kunjung datang... rakyat harus bergerak...
|
 | jsops wrote on Jul 14, edited on Jul 14 aneh juga... reformasi dah lewat... negeri ini masih aja dirundung kasus, blom lagi masih banyak pejabat yang ga sadar diri ma tugas kewajibannya sebagai pelayan rakyat... udah gitu sang jenderal diem aja... ga bisa ngapa2in... tambah bangkrut & kusut aja deee... kalo begini terus, tidak hanya menunggu om... tapi rakyat juga harus/kudu berani 'menggugat' negara dan penyelenggara negara... sebab hak2 mereka tidak/belum terpenuhi... revolusi kali yakkk???
BUNUH KORUPTOR!!! TROMBOSHIT  Revolusi.., mungkin tanpa kita sadari..kita semua sudah masuk ke babak "revolusi" yang dimaksud. Revolusi yang sedang berlaku sekarang adalah kesadaran yang muncul untuk merevolusi pikiran dalam otak kita masing2 ...rasanya sih gitu ya..?
Dia hanya bermakna "menghasilkan perubahan" (semoga saja yang baik) , jika revolusi pikiran diatas di implementasikan dalam tindakan konkrit bukan?
Menurut anda mas elljodie , langkah seperti apa yang bisa anda kembangkan dalam benak anda sendiri..tentang "manifesto" dari revolusi tersebut. |
 | jsops wrote on Jul 15, edited on Jul 15 a. mungkin yang perlu kita lakukan sebagai rakyat kita tetep harus merakyat, namun bukan berarti kita tidak peka terhadap apa yang terjadi dengan kesadaran politik kita. RAkyat itu memiliki power, bisa menjadi pengontrol dan bahkan pemeriksa...sayangnya ini belom maksimal. Jelas rakyat mnginginkan sebuah alam politik yang demokratis bukan yang hanya menguntungkan satu golongnan saja.
b.sepertinya kalo dibilang pembodohan kok tidak 100 % benar mas, datang dan liat hiburan saat kampanye mungkin hanya satu alternatif rakyt untuk lupa sejenak dengan susahnya hidup, bayangkan rakyat yang hanya diberi janji manis saat kampnye ternyata begitu habis pemilu klo mau sekolah tetep mahal, klo mau makan harus tetep raskin dsb. bila ha spt ini tetep berlangsung bisa jadi banyak rakyat ga mau milih alias golput mas...bukan karena pembdohan tapi karena mereka anggap siapapun yang menang pemilu ujungn2nya tetep sama dengan yang sudah2...dan ini terbukti kan,
 untuk kolom (a) saya sepakat aja tuh mas secara prinsip memang seharusnya demikian.
kolom (b) yang saya maksud dengan "pembodohan" , adalah lama kelamaan masyarakat yang acuh tersebut (karena terlalu sering merasa dikecewakan) tergiring berperilaku menjadi fatalism oportunis. Mereka menjadi kelompok orang yang "masa bodoh" dengan berbagai "jebakan-jabakan" yang dibuat untuk menggelontorkan strategi penitrasi "pikiran" oleh golongan2 politik yang ingin berkuasa. Masyarakat tersebut hanya berpikir "yang penting bagaimana bisa menghibur diri disela-sela kesulitan yang ada..mas".
Padahal "kesulitan" tidak akan berhenti selama "awarness" secara kolektif bisa diberdayakan atau bisa disebut dengan istilah kata lainnya memberdayakan "daulat hidup" . Yang artinya hidup itu "tanggung-jawab" bukan sekedar untuk mengisi perut dan untuk bisa bernafas.
(seblmnya maaf, sy kan udah bilang itu subyektivitas saya saja ya..)
Persis juga dengan slogan2 "TERIMA SAJA DUITNYA NAMUN JANGAN COBLOS GAMBARNYA" Maksudnya mungkin mau memberi tau bahwa "jangan mudah tertipu...tapi kita tipu saja mereka"...gitu kan..?
Tetapi yang terjadi di lapangan adalah ... justru membuat/mengajarkan orang menjadi "oportunis yang tidak bertanggung jawab" (paling tidak secara moralitas) |
 | Pemilu 2009? Jelas acara utama tidur!! karena yg sudah maju sekarang orang2 Orba semua..Percuma!!! Btw, ada yang sampai mukanya disuntik Botox segala  . Emangnya Pemilihan Presiden sama dengan Pemilihan Model gitu?  |
 | jsops wrote on Jul 15, edited on Jul 15 |
 | untuk tampil kepentas pemilihan harus masuk ke sistem, sedang sistem itu sendiri terlanjur kotor. orang2 yang benar2 rela mati tdk bisa masuk (kalaupun masuk jd 'kotor')
harus ada kontestan yang maju diluar kebusukan partai. |
 | hehehehehehe selama hukuman dan penghargaan ga ada yang tegak.... kan sama kaya rumah ga ada pegernya :D
nama nya juga ide dari pada ide yang ga jelas dan sulit..... labih baik ndeketin orang Bawas apa KPK apa lembaga2 yang laen trus kalo udah deket minta ijin penjem data nya kalo ga dikasih ya nyolong cara alus.... kan indonesia terkenal ama yang namanya hecker masak mereka diem aja sih? .... trus uploud ke internet ga usah bilang2 orang nya heuehehehehehehehehehehe.....
trus secara berantai di paste ke berbagai blog..... trus ujung2 nya internet dicabut di indonesia :(( |
| |