Blog EntryAlmarhumJul 20, '08 5:45 AM
for everyone

Beginilah wajah pers Indonesia yang semrawut dan seenak udelnya sendiri kalau menulis berita . Khususnya pers media hiburan yang getol “berselebriti” di republik ini.

Di sebuah kolom berita koran “Jawa Pos” yang konon katanya adalah koran yang cukup terkemuka di belahan Jawa sebelah Timur sana , ada berita tentang anak sulung saya yang sedang merilis album musiknya bersama teman-temannya yang tergabung dalam Band Ji briel . Disebutkan bahwa si “anak” tersebut bapaknya adalah seorang musisi yang bernama “Yoki Suprayogo (alm)” . Alm itu artinya almarhum alias wafat alias mati kan?

Saya sih nggak heran kalau banyak orang sekarang ini mengaku wartawan yang modalnya cuman punya satu kamera , tanpa kepala ada isinya . Dan kalau mereka tidak mengenal sayapun juga saya anggap wajar–wajar saja…, toh saya juga bukan siapa-siapa. Tetapi mengganggap saya sudah “almarhum” , sungguh bukan hal yang boleh saya anggap biasa saja.., emangnya dia siapa? … koq merasa berhak “mengadili” hak hidup saya.!

Saya sendiri belum melihat korannya…maklum selain saya tinggal di Jakarta , sayapun tak pernah berlangganan koran tersebut . Saya hanya di telpon oleh satu kerabat saya dari kota Malang yang seolah ingin menanyakan :”yock …elu masih idup kan..?” . Tentu saja saya hanya bisa mesem-mesem kecut sambil mencoba untuk bisa tertawa “lucu”.

Jawa Pos tgl.19 Juli 2008 halaman 14 , kolom Show & Selebriti / menurut kerabat yang menghubungai saya insitial penulisnya katanya tertanda “gen/tia” , bagi anda yang kebetulan nemu koran tersebut…tolong bacain dong buat saya…, setelah itu anda nggak perlu bertanya ..apakah saya masih hidup atau sudah mati . InsyaAllah saya diberi umur dan kesehatan serta yang penting bisa “hidup tenang” nggak grasa-grusu apalagi ngawur hingga nyusahin orang hidup yang lainnya.


59 CommentsChronological   Reverse   Threaded
aldiwirya wrote on Jul 20
kalo 'digosipin' wafat begini Insya Allah umurnya panjang mas... :)
itu wartawan dikejar deadline kali mas gak sempet konfirmasi hahahaha...
brotherihda wrote on Jul 20
hehehehe...
emang tuh pers sekarang udah kelewatan pake kata demokrasi...
hehe..
chandra380 wrote on Jul 20
Jangan2 tuh wartawan sirik kali sama Oom....hehehe Lha, bukannya kalo ada apa2 ttg Oom, sa'Indonesa jg tahu... :-P
aguskribo wrote on Jul 20
Maklum Oom...
Wartawannya hidup di jaman MTV...
erryocha wrote on Jul 20
Neh Om.... tapi dengan demikian Om JSOPS, sehat dan panjang umur ....
[ Sabtu, 19 Juli 2008 ]
Fachry Ngerock Bareng Jibriel
JAKARTA - Jejak vokalis grup band God Bless, Ahmad Albar, mulai diikuti kedua anaknya, Fachry Albar (drum) dan Ozzy (vokal). Keduanya mendirikan grup band rock Jibriel. Mereka juga merilis album Memecah Kesunyian.

Bagi Fachry, hal itu menjadi keputusan besar mengingat selama ini, dirinya sibuk sebagai aktor film layar lebar. Pria yang akrab disapa Ai tersebut mengaku sudah berpikir matang dan bersiap membagi waktu kerja.

Menurut Ai, kesempatan bisa masuk industri musik bersama Jibriel sulit ditolak. Sebab, genre musik yang diusung adalah rock yang sulit masuk perusahaan label. "Kebetulan, ada Aurora Records yang mau menaungi dan ini momen yang saya tunggu-tunggu. Kesempatan tidak akan datang dua kali," paparnya saat jumpa pers di The Rock Cafe, Jakarta, kemarin (18/7).

Selain itu, menurut Ai, dirinya main band bersama Ozzy dan personel lainnya; Nara (Gitar), Zaindra (gitar), dan Namora (bas), sejak SMP, meski sempat pisah karena Ai kuliah dua tahun di Amerika Serikat beberapa tahun lalu. "Awal 2003, kami terbentuk lagi memakai nama Jibriel. Ini cita-cita lama bisa rekaman," jelasnya.

Seberapa besar pengaruh Ahmad Albar bagi Ai dan Ozzy dalam bemusik? "Sangat berpengaruh. Dulu, papa banyak perkenalkan dunia musik, tapi itu hanya referensi, tidak berpengaruh kepada musik Jibriel," jawab Ai.

Ozzy menambahkan, bukan hanya Ahmad Albar dan grup band God Bless yang menjadi referensi. Tapi, juga band-band rock luar negeri terkenal, terutama The Doors.

Bagi Ai, musik dan akting menjadi dua hal yang memiliki kepuasan masing-masing. Hanya, menurut dia, khusus di musik, ada kepuasan batin dan adrenalin yang berbeda, yang tidak bisa didapatkan dari akting. "Susah bilangnya. Yang pasti, kami bisa tuangkan idealisme bermusik tanpa terpengaruh industri dan orang lain," ungkapnya.

Keputusan Ai dan Ozzy menjadi musisi mendapatkan dukungan ibu kandung mereka, Rini S. Bono. Mantan istri Ahmad Albar itu menyempatkan datang ke tempat launching album Jibriel bersama Indah Sukotjo, istri musisi Yoki Suprayogo (almarhum) yang juga orang tua gitaris Jibriel, Nara.

Rini mengaku puas karena kedua anaknya sudah unjuk kebolehan bermusik lewat album perdana. "Saya nggak bisa bohong kalau saya bangga. Saya bersyukur pada Allah, merasa bangga bahwa anak-anak saya telah memilih jalan hidup di bidang musik," tuturnya. (gen/tia)
mozardien wrote on Jul 20
jelas dua wartawan yang nulis ini tidak hidup di jaman rock bergema di negeri ini, makanya blah bloh kalo nulis artikel.

Nyuwun sewu ini linksnya:

http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&nid=12803

Saya liat Jibriel waktu di PRJ, cadas! Konsepnya keren, tapi sayang, vocalnya masih mengganggu telinga saya hehehe.. sukses selalu buat Jibriel! Indonesia perlu kehadiran musik-musik yang memecah kesunyian...
rozny wrote on Jul 20
jsops said
Beginilah wajah pers Indonesia yang semrawut dan seenak udelnya sendiri kalau menulis berita . Khususnya pers media hiburan yang getol “berselebriti” di republik ini.
yang seperti gini sibuknya bukan maen ngomong kebebasn pers di era reformasi.... hedeh hedeeh.... data collecting aja udah nunjukin kurmutnya si insan media terkait tersebut : 1. nulis nama um yokeeh aja udah ngaco; 2. pake mau dibikin sensasionil dengan tambahan "alm"segala ... urusan fundamental persnya aja (accurate information) masih jeblok eehh udah ribut "kebebasan pers" segala lageee... yg lebih sedih lagi, masih banyak tuh yg kek gini gini di lingkup masyarakat pers engdonesah.... ye gak? ye gak? ye gak? ..... (*ehotip mode on lagee!*) :-p
wennda wrote on Jul 20
mas...
maas....
maaas yockie......
ah biar ga jawab juga, masih ada ko'...masih "pedes" malah kata2nya....
bimosaurus wrote on Jul 20
Masak Wartawan kalah sama Multipliers.. Banyak MPers yang bisa bikin berita lebih valid.

Kayaknya memang mereka perlu belajar blogging dulu mas.

Ya mbok ya kalau nulis berita itu ya sambil browsing cari fakta yang benar seperti apa. Saya yang bukan jurnalis saja selalu begitu.

Itulah kalau mereka tidak handal dalam kerjanya, tidak IKHLAS dalam kerjanya, waton menulis terburu buru asal dapat duit.. Mending disomasi aja mas itu.. berbahaya nanti beritanya bisa menyebar jauh aneh aneh

*Siapa nama orangnya?* hehehe

SELAMAT PANJANG UMUR MAS.. SEMOGA PANJANG USIA PANJANG AMAL
gr3get4n wrote on Jul 20
jgn2 beritanya cuma copas aja mas....
singolion wrote on Jul 20
jsops said
Di sebuah kolom berita koran “Jawa Pos” yang konon katanya adalah koran yang cukup terkemuka di belahan Jawa sebelah Timur sana
pancen sering ngawur koq mas. Makanya saya wegah baca koran ini.
muharrami wrote on Jul 20
nGGilani ,,, ngisin2i le .... waduh **gubrags**
maaf mas yockie, kalo anak jawapos di surabaya memang dilarang blogging .. saya pernah kena sindir sama anak pemilik yang bilang daripada blogging mending ningkatin kuantitas berita
artinya- anak japos, demi kuantitas, nulis sak karepe dhewe ....
bimosaurus wrote on Jul 20
nGGilani ,,, ngisin2i le .... waduh **gubrags**
maaf mas yockie, kalo anak jawapos di surabaya memang dilarang blogging .. saya pernah kena sindir sama anak pemilik yang bilang daripada blogging mending ningkatin kuantitas berita
artinya- anak japos, demi kuantitas, nulis sak karepe dhewe ....
Sebenarnya mbak, kesalahan-kesalahan kecil itu wajar sekali. Hanya saja memang kadang hal yang kecil itu adalah fatal. Seperti penulisan kata "alm" itu adalah menunjukkan bahwa penulis tidak melihat fakta. Pengandalan opini belaka lumayan berbahaya. Solusinya ya bukan lantas harus blogging, namun memang blogging bisa meningkatkan kadar nafsu tulis kita, cukup melatih kemampuan tulis secara akurat
imw85 wrote on Jul 20
Jaman gini hari membuat kesalahan tolol seperti ini :-) Di Google aja ketemu koq apakah sudah harus dipasang "alm" atau belum. Mudah-mudahan wartawan itu ndak ketuker antara Bung JSOP ama Gombloh (alm) :-)

Maaf .....
muharrami wrote on Jul 20
Sebenarnya mbak, kesalahan-kesalahan kecil itu wajar sekali. Hanya saja memang kadang hal yang kecil itu adalah fatal. Seperti penulisan kata "alm" itu adalah menunjukkan bahwa penulis tidak melihat fakta. Pengandalan opini belaka lumayan berbahaya. Solusinya ya bukan lantas harus blogging, namun memang blogging bisa meningkatkan kadar nafsu tulis kita, cukup melatih kemampuan tulis secara akurat
yups, bener banget mas bimo.. thx mas bimo tfs sekali lagi
ekkyij wrote on Jul 20
padahal tinggal konfirmasi saja dengan anaknya bung jsop. wartawannya malas eksplorasi. dan redakturnya juga, kok bisa2nya lolosin yang macam ini?
ravindata wrote on Jul 20
Kalau sy memang sejak dulu emang gak respek sama JP (julia perez) ..
atik4me wrote on Jul 20, edited on Jul 20
kurang ajarrrrr , tapi pingin ketawa =)). Gpp Mas ,yg terjadi justru sebaliknya.
Ini biasanya wartawan yg suka kerja borongan, jadi begitu dikejar deadline ,gak ada waktu lagi buat cari data. Bahkan wartawan yg males ,kerjanya cuma copy paste. Idealist sudah tak ada lagiiii . parah ..parahhhhh. Nah wartawan yg gini biasanya waktunya abis buat chatting and main Di MP hahahahahaha . Yg merasa reporter /redaktur /editorrr or apalah PEACE ya but true kan ??? wakakakakaakk !!
tolong donggggggg dibenahi kerja kaliannnnn.
atik4me wrote on Jul 20
rozny said
yang seperti gini sibuknya bukan maen ngomong kebebasn pers di era reformasi.... hedeh hedeeh.... data collecting aja udah nunjukin kurmutnya si insan media terkait tersebut : 1. nulis nama um yokeeh aja udah ngaco; 2. pake mau dibikin sensasionil dengan tambahan "alm"segala ... urusan fundamental persnya aja (accurate information) masih jeblok eehh udah ribut "kebebasan pers" segala lageee... yg lebih sedih lagi, masih banyak tuh yg kek gini gini di lingkup masyarakat pers engdonesah.... ye gak? ye gak? ye gak? ..... (*ehotip mode on lagee!*) :-p
sepuluhhhhhhhhhh ehhh setujuuuuuu bang Jali. short analisis but best !!
kebebasan apa maunya ??yg bentuk porn tuh maunya . hard cooooore hahahahahah.
wp03sp4n wrote on Jul 20
Mentang2 yg hadir cuma ibunya aja, koq ya langsung nulis 'Alm' di samping nama sang ayahnya.. Puayah dh klu wartawan kyak gitu.. Gmana masyarakat bisa mendapat berita yg jelas & dpt di percaya, kalau wartawannya kyak bgitu..
falsettoholic wrote on Jul 20
waah..???? kok bisa bikin kesalahan serius begini yah.. di komplain saja mas.. Ntar tak bantuin sampaikan, kebetulan banyak temen yg jadi jurnalis disana.
Mungkin maksudnya mas JSOP bekas personil band Kantata (alm) gitu :).
Seingetku dulu Jawa Pos jg pernah nulis umur Iwan Fals 70 tahun..! namun besoknya langsung di ralat.. gawat khan?
inyong wrote on Jul 20
mas didoain panjang umur artinya
elljodie wrote on Jul 20
wahhh... parah..., ga gaul neh wartawati... kudu digauli... hahuhahuuu... [gen/tia keknya nama cewe deee...]...
sabar omm... satu saat para koruptor ketemu om jockie langsung pengsan, semaput... ada penampakan katanyah... hehe... [maf, canda niii....]
jadi gregetan ma wartawati kek ginih... blom pena ikutan pelatihan jurnalistik kalee ahh...
panjang umur, murah rezeki buat om jockie!!!
tembangpribumi wrote on Jul 20
Tak goleke sesuk mas? nek entuk tak kirik po mas? [ aku dadi ngguyu ngakak bengi2 iki mas... ]. Tapi mas..biasane nek dikabarkan begitu, artinya malah panjang umur kok...
sweetgal11 wrote on Jul 20
mas,,biasanya kalo di beritakan alm,,itu umurnya panjang,,dan rejekinya panjang,,,,,God Bless U mas Yocky
rozny wrote on Jul 20
amiin! banyak yg doain um yokeeh umur panjaang.... tapi jgn lupee..percumah si kang yokeh umur panjang kalo gak barengan same aye...gak hepi tuh ntar die di mase tue... jadi, skalian dunx aye juge didoakeun...;-) huahahahah!!! =)) (*nebeng mode on*)
jsops wrote on Jul 20
Wah...saya terharu juga nih..terimakasih banyak ya mas-mas mbak-mbak..., wah...nggak nyangka banyak yang doa'in saya panjang umur...AMIEN..AMIEN..terimakasih sekalil lagi atas doa temen2 semua..mudah2an kita semua juga diberi usia yang bermanfaat bagi hidup kita masing-masing.

Saya nggak sanggup bales "reply" satu demi satu ya... I lOV U ALL GUYS.!!
indraicha wrote on Jul 20
yah berarti gak cuma bakal panjang umur om, bakal dapet pahala juga, soalnya difitnah...hahahaha

tau-tau masuk acara infotainment yang dibawakan dengan gaya Alfred Hitchcock itu...

haahahahaha
sukses bwt JSOP dan Jibriel
jsops wrote on Jul 20
Neh Om.... tapi dengan demikian Om JSOPS, sehat dan panjang umur ....
[ Sabtu, 19 Juli 2008 ]
Fachry Ngerock Bareng Jibriel
JAKARTA - Jejak vokalis grup band God Bless, Ahmad Albar, mulai diikuti kedua anaknya, Fachry Albar (drum) dan Ozzy (vokal). Keduanya mendirikan grup band rock Jibriel. Mereka juga merilis album Memecah Kesunyian.

Bagi Fachry, hal itu menjadi keputusan besar mengingat selama ini, dirinya sibuk sebagai aktor film layar lebar. Pria yang akrab disapa Ai tersebut mengaku sudah berpikir matang dan bersiap membagi waktu kerja.

Menurut Ai, kesempatan bisa masuk industri musik bersama Jibriel sulit ditolak. Sebab, genre musik yang diusung adalah rock yang sulit masuk perusahaan label. "Kebetulan, ada Aurora Records yang mau menaungi dan ini momen yang saya tunggu-tunggu. Kesempatan tidak akan datang dua kali," paparnya saat jumpa pers di The Rock Cafe, Jakarta, kemarin (18/7).

Selain itu, menurut Ai, dirinya main band bersama Ozzy dan personel lainnya; Nara (Gitar), Zaindra (gitar), dan Namora (bas), sejak SMP, meski sempat pisah karena Ai kuliah dua tahun di Amerika Serikat beberapa tahun lalu. "Awal 2003, kami terbentuk lagi memakai nama Jibriel. Ini cita-cita lama bisa rekaman," jelasnya.

Seberapa besar pengaruh Ahmad Albar bagi Ai dan Ozzy dalam bemusik? "Sangat berpengaruh. Dulu, papa banyak perkenalkan dunia musik, tapi itu hanya referensi, tidak berpengaruh kepada musik Jibriel," jawab Ai.

Ozzy menambahkan, bukan hanya Ahmad Albar dan grup band God Bless yang menjadi referensi. Tapi, juga band-band rock luar negeri terkenal, terutama The Doors.

Bagi Ai, musik dan akting menjadi dua hal yang memiliki kepuasan masing-masing. Hanya, menurut dia, khusus di musik, ada kepuasan batin dan adrenalin yang berbeda, yang tidak bisa didapatkan dari akting. "Susah bilangnya. Yang pasti, kami bisa tuangkan idealisme bermusik tanpa terpengaruh industri dan orang lain," ungkapnya.

Keputusan Ai dan Ozzy menjadi musisi mendapatkan dukungan ibu kandung mereka, Rini S. Bono. Mantan istri Ahmad Albar itu menyempatkan datang ke tempat launching album Jibriel bersama Indah Sukotjo, istri musisi Yoki Suprayogo (almarhum) yang juga orang tua gitaris Jibriel, Nara.

Rini mengaku puas karena kedua anaknya sudah unjuk kebolehan bermusik lewat album perdana. "Saya nggak bisa bohong kalau saya bangga. Saya bersyukur pada Allah, merasa bangga bahwa anak-anak saya telah memilih jalan hidup di bidang musik," tuturnya. (gen/tia)
erryocha , thanks ya udah nulis beritanya disini.
Biarin deh...saya serahin aja tuh wartawan ke "Ki Joko Pinter" biar disantet aja sekalian :(
Comment deleted at the request of the author.
jsops wrote on Jul 20
hahaha..

Hikmah yang saya rasakan adalah "bukti" bahwa rasa solidaritas di dunia maya ini ekspresinya sangat terasa , sementara diluar rumah kita masing2 semakin sulit kita menemukannya dan sudah semakin punah rasanya .

Berarti , (mungkin) membangun "peradaban" manusia Indonesia kedepan yang lebih baik dari hari ini ...bisa dimulai juga dari sini...ya?

Berarti juga , Presiden terpilih 2009 nanti harus punya program "meng-internet-kan" 50 % (minimal) seluruh rakyat Indonesia.
ugroseno wrote on Jul 20
biasa mas....mungkin wartawan karbitan
tapi aku doakan ma JSOPS malah panjang umur....
amin
jeancuk wrote on Jul 20
Turut Berduka Cita mas ... he ... he ...

moga-moga panjang umur dah ....
JP tahunya cuma AHMAD ALBAR aja ... plus SUMIARSIH dan SUGENG .... he ... he ...

kayaknya harus ngeluarin album ROCK OPERA dah ... biar JP tahu kalau njenengan masih eksis ...
downeydonni wrote on Jul 20
Semoga diberi umur yang panjang, kesehatan yang bagus, dan hidup yang tenang Mas!
matasemesta wrote on Jul 21
wah, saya yang kerja di infotainment jadi maluuuuu.....nih.

matasemesta wrote on Jul 21
mohon ijin, aku up di blog.
lanangjaka wrote on Jul 21
Jurnalis sekarang kurang dibekali HISTORY masa lalu. Saya sering menemui ketidaksinkronan berita yang ditulis dengan catatan penting masa lalu. Ya.catatan buat calon calon jurnalis dan jurnalis muda...mohon KENALI history yang pernah ada . buat Mas Jockie..tetap berkarya dan DIMUNCULKAN ya mas...
imw85 wrote on Jul 21
Kasus seperti ini, membuat ingatan saya melayang ke masa saat saya handel sistem informasi atletik (PASI). Beberapa tahun saya handel sistem informasi di media center-nya. Sering wartawan aturan atletiknya aja ndak tahu. Yang sering menjengkelkan sering mereka marah-marah karena hasil belum keluar (padahal masih nunggu pengesahan), sekali kejadian salah satu koran menulis bahwa sistem informasinya lambat dan buruk. Padahal wartawannya yang ndak tahu tata-cara perilisan suatu hasil pertandingan.

Seru lagi banyak yang tidak tahu bagaimana menghitung dan aturan atletik. Walah saya kadang harus membuka kelas "ORKES" (Olah Raga dan Kesehatan) dadakan. Oh ya waktu itu kami menyediakan fasilitas online dan check hasil database pertandingan. Hanya 2 wartawan yang pakai satu dari BBC satu dari Reuter :-) Serunya lagi ucapan wartawan Indonesia saat itu "hebat wartawan BBC bisa tahu hasilnya dan informasi ditail dari komputernya, canggih banget sistem BBC". He he he padahal tuh sistem yang ngasih pinjem tim saya.

Tapi kadang sulit juga disalahkan tuh wartawan, lha mereka dari desk mana tiba-tiba disuruh jadi desk yang lain. Tapi saat itu saya salut ada wartawan tua orang India, pakai mesin ketik, nulisnya juga ndak ngebut. Tapi ketika keluar tulisannya bagus banget :-) Memang teknologi dsb hanyalah alat bantu, kepala yg jauh lebih berperan.
jipiyanuar wrote on Jul 21
sing penting isih urip..dan
sangat memahami kekonyolan ini..titik!
hahaha... Mas JOSP semoga panjang umur..
Photobucket
jsops wrote on Jul 22
sing penting masih bernapas dan masih bisa 'kentut' dengan normal . Maksudnya lewat belakang....nggak terbalik dari bagian depan hahaha..!
nazneenku wrote on Jul 22
Mantan istri Ahmad Albar itu menyempatkan datang ke tempat launching album Jibriel bersama Indah Sukotjo, istri musisi Yoki Suprayogo (almarhum) yang juga orang tua gitaris Jibriel, Nara.
Kuraanngg ngajaaarr...!!!
SmileyCentral.com

nazneenku wrote on Jul 22
Banyak "wartawan" kaya gini nih..
sebenernya juga ga pantes dipanggil warta-wan
beritanya ngaco..

Tapi kejadian ini lucu yaa mas..
kita ketawain aja deh yaa...hehehe..

Panjang Umur mas Yockie...!!
jsops wrote on Jul 23
Banyak "wartawan" kaya gini nih..
sebenernya juga ga pantes dipanggil warta-wan
beritanya ngaco..
saya lebih seneng manggil mereka sebagai "tukang photo" , sama derajatnya kalau kita ke tempat2 pariwisata (kebon binatang dll) lalu ada orang menawarkan foto kilat dengan kamera polaroid dsb.

Nah ...itulah julukan yang "pas" buat pers musik Indonesia saat ini.
alamalam wrote on Jul 24
Yoki Suprayogo (almarhum)
ih, kebangetan yah.
mas joki orang baik dan peduli bangsa, saya yakin bang joki bakal panjang umur dalam keadaan sehat selalu.
ya Allah lindungilah setiap orang-orang yang baik (JSP)
amin....
alamalam wrote on Jul 24
jsops said
"Ki Joko Pinter"
xixixiixxiix
sigu2n wrote on Jul 25, edited on Jul 28
wahh.. kayaknya perlu ada tanggapan/klarifikasi ke JP Mas...
Biar ada pembelajaran buat "pers musik" Indonesia.
jsops wrote on Jul 25
Ada beberapa sumber mengatakan pada saya , bahwa mereka membaca tulisan tersebut bukan hanya dari Jawa Pos saja. Ada beberapa media lagi yang memuat tulisan serupa.

Artinya bahwa media2 tersebut hanya memuat berita yang datang dari satu sumber "pers realease" ...:(

Semakin keliatan kualitas media media kita .
mybaby4ever wrote on Jul 25
jsops said
Artinya bahwa media2 tersebut hanya memuat berita yang datang dari satu sumber "pers realease" ...:(
hihihihihi mosok seh Mas. bener 2x kurang ajar , keterlaluan . masalahnya budaya copas itu sudah menjamur sekarang .
teknology maju harusnya banyak membantu kita ,lah ini malah main kopas. dulu sebelum ada inet malah ngga pernah denger copy paste,sekarang ??, media yg punya namapun , melakukan hal yg sama. Salah siapa ini ???
jsops wrote on Jul 25
Mungkin bukan "copas" dalam pengertian asal comot begitu aja ...ya mbak.
Namun ... daripada "media" saya ...kolom artikel nya kosong dan tidak uptodate misalnya , maka pilihan mudahnya adalah .."beli" artikel dari sumber pers realease yang sudah ada aja......

Kalau sebelumnya saya prihatin dengan kondisi kualitas wartawan/pers musik Indonesia.Maka sekarang saya bisa mengatakan ...jangan2 emang udah ngga ada ...tuh...yang berprofesi sebagai wartawan musik.
imw85 wrote on Jul 26
Di dunia TI kadang lebih parah bung, wartawan menulis berita tergantung "order" secara tidak langsung. Order ini bisa dipengaruhi iklan, press release dsb. Ada wartawan yg mencoba menulsi tidka bergantung itu, siap-siap dipotong redaksi.

Ndak percaya, lihat aja pas Bill Gates datang, apa ada berita miring ? Semua setojooooooooo isinya
jsops wrote on Jul 26, edited on Jul 26
hm...jadi kesimpulan yang bisa dipetik bahwa hampir disemua lini / bidang profesi , sudah terjadi pergeseran makna substansi bidang "profesi" itu sendiri.

a. Rumah sakit/dokter kehilangan korelasinya dengan disiplin "sosial" sebagai ilmu yang mengabdi pada kesejahteraan orang/masyarakat.
b. Politikus / partai politik dengan mandat dari para konstituennya
c. Seniman "putus hubungan" dengan potret realitas masyarakatnya .
d. dsb...dsb....banyak lagi
x. wartawan / insan pers sebagai alat kontrol sosial untuk meng-advokasi kepentingan masyarakatnya. Sekarang mengabdinya ke PT mungkin..ya bung..:(


imw85 wrote on Jul 26
jsops said
...jadi kesimpulan yang bisa dipetik bahwa hampir disemua lini / bidang profesi , sudah terjadi pergeseran makna substansi bidang "profesi" itu sendiri.
Semua itu kan berawal dari "nafsu menghasilkan tenaga siap pakai sesuai request industri". Industri butuhnya seperti itu, ya hasilnya seperti itu. Di samping itu masyarakatnya juga mengharapkan seperti itu. Tidak memiliki atribut dalam nilai tertentu dianggap gagal.

Sehingga arti "profesional" yg sebetulnya melakukan pekerjaan sesuai dengan semangat dan etika dari profesi tersebut (kode etik profesi), menjadi diterjemahkan profesional artinya berbayar.

Saya pernah di"tolak" masuk sebagai anggota milis wartawan karena alasannya saya tidak "berprofesi" sebagai wartawan, alasan rekan-rekan wartawan, karena "periuk nasi" saya bukan dari nulis berita. Lho apa hubungannya periuk nasi ama "profesionalisme pekerjaan" . Di Jerman saya diakreditasi resmi sebagai wartawan sesuai bukti pekerjaan saya.




jsops wrote on Jul 26
imw85 said
Semua itu kan berawal dari "nafsu menghasilkan tenaga siap pakai sesuai request industri". Industri butuhnya seperti itu, ya hasilnya seperti itu. Di samping itu masyarakatnya juga mengharapkan seperti itu. Tidak memiliki atribut dalam nilai tertentu dianggap gagal.

Sehingga arti "profesional" yg sebetulnya melakukan pekerjaan sesuai dengan semangat dan etika dari profesi tersebut (kode etik profesi), menjadi diterjemahkan profesional artinya berbayar.

Saya pernah di"tolak" masuk sebagai anggota milis wartawan karena alasannya saya tidak "berprofesi" sebagai wartawan, alasan rekan-rekan wartawan, karena "periuk nasi" saya bukan dari nulis berita. Lho apa hubungannya periuk nasi ama "profesionalisme pekerjaan" . Di Jerman saya diakreditasi resmi sebagai wartawan sesuai bukti pekerjaan saya.




Menyedihkan!
falsettoholic wrote on Jul 26
mas, sanggahan sudah saya sampaikan dan 'katanya' sudah diteruskan ke yg bertanggungjawab untuk berita ini.. namun selang bbrp hari aku ndak menemukan berita RALAT di koran ini.
Ketika aku tanya lagi, tahu ndak apa jawaban dari rekan yg tak titipi?.
Begini kira2, "kata boss, sebaiknya yang bersangkutan langsung menyanggah informasi yg dianggap keliru, bukan dari sumber lain. Agar tidak terjadi kesalahan lagi/pembelokan informasi!"
Dan aku tanya, "kenapa ndak langsung cari info ke orangnya (jsop)? kan masih ada (sambil aku kasih alamat blog ini)"
Jawab rekanku, "Sudah saya bilang ke boss, dan jawabnya, nanti akan di cek kalau mmg dianggap penting!"
Nah...??? cape deh.........
imw85 wrote on Jul 26
Masih bagus jawabannya bukan "blog ? Makhluk apaan tuh"
jsops wrote on Jul 26
mas, sanggahan sudah saya sampaikan dan 'katanya' sudah diteruskan ke yg bertanggungjawab untuk berita ini.. namun selang bbrp hari aku ndak menemukan berita RALAT di koran ini.
Ketika aku tanya lagi, tahu ndak apa jawaban dari rekan yg tak titipi?.
Begini kira2, "kata boss, sebaiknya yang bersangkutan langsung menyanggah informasi yg dianggap keliru, bukan dari sumber lain. Agar tidak terjadi kesalahan lagi/pembelokan informasi!"
Dan aku tanya, "kenapa ndak langsung cari info ke orangnya (jsop)? kan masih ada (sambil aku kasih alamat blog ini)"
Jawab rekanku, "Sudah saya bilang ke boss, dan jawabnya, nanti akan di cek kalau mmg dianggap penting!"
Nah...??? cape deh.........
Hehe..terimakasih mas syafiq , sudah bersusah payah menghubungi mereka .
Ndak usah dirisaukanlah... karena seperti yang mereka katakan :"bila memang dianggap penting" . Kalimat tersebut sudah jawaban yang :utuh" bagi saya pribadi untuk mengenali karakter manusia serta "betapa pentingnya" mereka bagi salah satu pilar media informasi di negeri ini.

Apalah artinya saya..!
jsops wrote on Jul 26
imw85 said
Masih bagus jawabannya bukan "blog ? Makhluk apaan tuh"
hehehe
nazneenku wrote on Jul 27
"Sudah saya bilang ke boss, dan jawabnya, nanti akan di cek kalau mmg dianggap penting!"
Nah...??? cape deh.........
orang gila..!!
Setuju.. cape emang nanggepin orang2 kaya gini sih..
Enaknya Si Ryan dilepas dulu tuh.. suruh kubur satu orang lagi, bosnya wartaman/wartawomen itu.. toh hukumannya mungkin tetap sama saja buat si ryan..
Haha..gelo!!


jsops wrote on Jul 27, edited on Jul 27
orang gila..!!
Setuju.. cape emang nanggepin orang2 kaya gini sih..
Enaknya Si Ryan dilepas dulu tuh.. suruh kubur satu orang lagi, bosnya wartaman/wartawomen itu.. toh hukumannya mungkin tetap sama saja buat si ryan..
Haha..gelo!!


insting atau naluri manusiawi untuk bersikap "reaksioner" menghadapi berbagai hal yang dianggap merugikan dirinya ...wajar bila dia muncul.., mas. Namun ketika kita hanya "sekedar" larut dalam sikap "reaktif" tersebut , maka tidak ada "nilai lebih" bagi kita dihadapan sang Khalik , selain hanya "sama saja" kualitasnya dengan mereka bukan..?

Inilah hikmah yang Dia tunjukkan bagi kita semua.
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.