Photo AlbumG.KepatutanMar 27, '08 3:27 AM
for everyone
Photo ini adalah sebagian dari dokumentasi gambar saat Gerakan Kepatutan di deklarasikan bersama pada tanggal 4 Desember 2004 yang lalu , bertempat di Pagelaran Kraton Jogyakarta . Photo moment2 saat deklarasinya sendiri menyusul.

GK1.jpg
 1 Comment 
gk2.jpg
  
gk3.jpg
  
gk4.jpg
 2 Comments 
gk5.jpg
  
gk6.jpg
  
gk7.jpg
 1 Comment 
Struktur Negara.JPG
  
Struktur KEBUDAYAAN.JPG
 1 Comment 


32 CommentsChronological   Reverse   Threaded
singolion wrote on Mar 27
wah, saya koq gak diundang ya? Padahal kan penduduk yogya? (sokpenting.com)
agamfat wrote on Mar 27
Mas JSOP, ayo manggung di Jakarta lagi dengan tema semacam gerakan kepatutan. ICW pasti mau kerjasama
jsops wrote on Mar 27
wah, saya koq gak diundang ya? Padahal kan penduduk yogya? (sokpenting.com)
wah...maaf mas ... kesupen...
jsops wrote on Mar 27
agamfat said
Mas JSOP, ayo manggung di Jakarta lagi dengan tema semacam gerakan kepatutan. ICW pasti mau kerjasama
hehe.. kemaren2 baru tlp2an sama bung Teten Masduki .. pengen sih bikin kegiatan sosialisasi melanjutkan yang sudah ada . Biasa mas .. urusannya kan masyarakat filantrofi kita yang nggak jelas keberadaannya .... hehehe.. kadang nongol.. kadang nyungsep jugaa..

Malem ini ada pementasan Bengkel Teater di Ged.Mangggala Wanabhakti , mudah2an pada ngumpul semua dan bisa ber-andai andai ... hehehe
agamfat wrote on Mar 27
Saya juga baru kontak dengan Teten. Belum sowan setelah saya kembali ke Indonesia.
Pentas apa mas? Waduh sayang saya telat tahunya, padahal dari pagi sampai jam 5 saya kerja di BPK depan Manggala Wana Bakti. Sekarang sih sudah dirumah, naik kereta dari samping Manggala
jsops wrote on Mar 27
wah ..semalem sy juga batal nonton mas.., sy kesana berempat mengajak anak2 saya . Tak tahunya hanya ada 2 undangan yang tersedia (terbatas) ..Yahhh.. sayang anak.. saya kasihan kalo harus nungguin di mobil hujan2.. akhirnya saya putuskan kita batal dan nyari makan aja bersama keluarga ...hehehe..
agamfat wrote on Mar 27
Kok saya tidak nemu publikasi pentas bengkel teater tadi malam mas? Apa memang khusus undangan, syukuran Dr HC Rendra?
jsops wrote on Mar 27
Bukan mas itu sebenarnya program internal Dep.Kehutanan , kalo ngga salah memperingati seper empat abad DepHut. Karena itu tidak ada tiket dijual dsb . Sepenuhnya yang hadir adalah undangan resmi .
agamfat wrote on Mar 27
o iya, di Kompas kemarin ada berita kalau seluruh mantan menteri kehutanan yang masih hidup berkumpul
agamfat wrote on Mar 27
tapi berani juga mereka mengundang Bengkel Teater, sementara Dephut sedang digebuki masyarakat karena PP2/2008 tentang hutan
jsops wrote on Mar 27
agamfat said
tapi berani juga mereka mengundang Bengkel Teater, sementara Dephut sedang digebuki masyarakat karena PP2/2008 tentang hutan
hehehe atau malahan dijadikan pagar pengaman untuk berlindung dari gebukan masyarakat lebih lanjut nantinya : "symbiosis mutualism" , istilahnye... huhehehe

Aja2 ada...dah...
rokunco wrote on Apr 12
agamfat said
Dephut sedang digebuki masyarakat karena PP2/2008 tentang hutan
apa ini soal hutan lindung yang dilegalkan itu......waah jadi inget kasus terakhir KPK nangkep si den mas anggota DPR itu....aah mbel gedes lagunya slank memang PATUT dikumandangkan hayo mulai : jreng-jreng-jreng.,,,tugasnya membuat UUD...jreng-jreng-jreng...ujung ujungnya duit....jreng-jreng-jreng...
sweetgal11 wrote on Apr 15
pengen nonton,,,,,,
jsops wrote on Apr 15
rokunco said
apa ini soal hutan lindung yang dilegalkan itu......waah jadi inget kasus terakhir KPK nangkep si den mas anggota DPR itu....aah mbel gedes lagunya slank memang PATUT dikumandangkan hayo mulai : jreng-jreng-jreng.,,,tugasnya membuat UUD...jreng-jreng-jreng...ujung ujungnya duit....jreng-jreng-jreng...
yak..provokator mode on grraaaakk
jsops wrote on Apr 15
pengen nonton,,,,,,
jangan nungguin di vegas mbak nontonnya . Masih lama jadwalnya ...hahaha
musiardanis wrote on May 1
Memang sekarang banyak sekali yang nggak patut dipertontonkan tanpa malu2.
ekilamoh wrote on Jun 28
Liriknye bener kaga?
Coba suruh ngaku siape nyang bikin lagu ini.
alamalam wrote on Jun 28
gerakan kepatutan.
masih berlanjut bang?
jsops wrote on Jun 29, edited on Jun 29
Dia bukan sebuah gerakan dalam bentuk organisasi yang berbasis struktural.
Dia adalah gerakan untuk membangkitkan "kesadaran" dalam diri kita agar "patuh" kembali kepada "nilai-nilai" kepatutan yang sudah semenjak dahulu kala dianut/diterapkan oleh orang2 sebelum kita lahir dan ada.

Setiap local culture (adat) memiliki kepatutannya sendiri-sendiri .Dan Gerakan Kepatutan adalah upaya untuk mengingatkan kembali agar menghargai dan menghormati "kepatutan" yang bukan adat kita sendiri.
alamalam wrote on Jun 29
apa kepatutan yang sudah ada pasti patut di tiru bang?
jsops wrote on Jun 29
lah..mustinya lha iya kan? pada saat kita ada di wilayah tradisi bali misalnya , apakah kita boleh kencing di-tempat2 yang di sakralkan (ada sesajen dsb) , padahal tidak ada "plang" dilarang kencing disini. Atau pada bulan puasa misalnya..apakah kita layak dan merasa sah-sah saja ditempat umum yang terbuka (mayoritas muslim) untuk mengunyah makanan dengan cuek acuh tak acuh , padahal juga tidak ada larangan tertulis "dilarang makan disini".

Bukankah semua hal2 diatas tersebut adalah "kepatutan2" yang harus kita sepakati bersama , agar hubungan antar adat-istiadat lokal masing2 dari kita tidak dicederai. Itu hanya contoh sebagian kecil saja dari nilai2 kepatutan yang saya maksudkan.
alamalam wrote on Jun 29
hmmmmm....

jadi ada semacam kekawatiran bahwa hal2 yang kita sayangi (kepatutan) mulai luntur atau di lunturkan?

andai ada yang mau melunturkan siapa yah, ada maksud apa
???

[sambil udud]
jsops wrote on Jun 29
Kepatutan bukan hal2 yang kita sayangi , namun hal2 yang berkaitan dengan perilaku pergaulan antara masing2 adat istiadat kita yang beragam. Kalau nggak ada kepatutan , dari dulu kita nggak akan pernah bisa bersatu . Orang jawa akan berantem terus sama tradisi2 lainnya . Demikian juga tradisi2 lainnya akan saling bunuh2an antar sesama mereka.

Nggak akan pernah ada sumpah pemuda hingga nggak akan pernah ada yang namanya Indonesia.
alamalam wrote on Jun 29
bagitu dalam. sering kita gak menyadari,
terus adakah yang bisa menghilangkan kepatutan itu,

sungguh gak terbayangkan kalau itu terjadi.
jsops wrote on Jun 29, edited on Jun 30
Nah ..lihat saja yang mulai sering terjadi sekarang . Di Maluku misalnya , sampai hari ini antar kampung masih saling menyerang , sampai bunuh2an . Padahal itu masih dalam wilayah satu ke "suku tradisi"an (ambon) . Kenapa dulu bentrokan2 fisik dan hal2 seperti itu relatif bisa dihindari ? . Bukankah karena hukum adatnya yang dulu masih terjaga dengan baik dan kuat? Lalu siapakah yang merusak hukum adatnya ..., siapa lagi kalau bukan hukum peraturan dari pusat (jakarta) yang dipaksakan harus ditaati oleh mereka yang nggak sesuai dengan kebiasaan adat-istiadatnya.

Dengan kata lain , hukum perundangan yang sah , justru menjadi mesin perusak bagi masyarakat yang dulu selalu damai dibawah aturan hukum adatnya.
alamalam wrote on Jun 29
??????????????????

bukankah hukum yang kita gunakan adalah peninggalan penjajah belanda kan bang?
apa ada semacam undang2 adat atau apalah, saya gk bisa ngomonnya,

apa perlu di setiap daerah ada undang2 hukum sendiri tanpa campur tangan jakarta? mohon 'jitakannya' bang
jsops wrote on Jun 29, edited on Jun 30
Tepatnya peninggalan VOC (kamar dagang hindia Belanda) bukan pemerintah Belanda. Undang2 tersebut bersifat "menjajah" , sebab memang dibuat VOC untuk menjajah wilayah nusantara tanpa sepengetahuan dan ijin resmi dari pemerintah Belanda sendiri. Bahkan oleh pemerintah Belanda "pelaku2" oknum VOC tersebut sempat disidangkan oleh lembaga parlemen pemerintahan Kerajaan Belanda. (sebab dianggap menipu/memanipulasi laporan/berita) Bilangnya berdagang sambil membantu membangun kesejahteraan masyarakat nusantara , padahal menciptakan perbudakan dan pembodohan2. (baca sejarah RA.Kartini yang menulis surat "pengaduan" tersembunyi kepada sahabatnya di Belanda)
Comment deleted at the request of the author.
jsops wrote on Jun 29
apa perlu di setiap daerah ada undang2 hukum sendiri tanpa campur tangan jakarta? mohon 'jitakannya' bang
Bukankah sudah saya kupas di artikel "tumpang tindih" ?
alamalam wrote on Jun 29
saya yakin para pelaku hukum di indonesia juga tahu ini,
tapi kenapa gak dirubah?
ada apa gerangan?
eminxsgallery wrote on Jul 25
kepatutan...
plesir wrote on Sep 4
2 gambar struktur (Kebudayaan dan negara) diatas, siapa yang bikin mas?? dimana kita bisa baca penjelasan kotak-kotak struktur itu. apa ini termasuk yang di pajang dalam pameran tersebut?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.